Pagi ini bukan untuku juga untukmu, Pagi ini untuk cerita kita yg telah lalu.. Selamat pagi cinta..
Dari setiap detak jantungku, yg kuingat hanya namamu.. Meski kamu bukan miliku lagi..
Jika tanpamu lebih baik, Aku lebih memilih yang terbaik..
Hal terindah itu adalah melihat kembali senyummu.. Dan sakitnya senyum itu bukan untuku..
Senyumku belum seberapa dari Sakitku.. Sakit dari Senyummu yang bukan milikku..
Dari setiap hela nafasku, Selalu terselipkan rundu untukmu.. Semua tentang kamu..
Andai kamu baca isi hatiku, Disitu selalu tertulis nama kamu.. Selalu..
Selamat pagi untukmu, Dan itu berarti juga aku merindukanmu pagi ini.. Pagi ini untukmu (:
Mencintaimu tak pernah salah.. Tak kurang suatu apapun
Wangi aroma tubuhmu masih membekas.. Peluk hangat dekapanmu selalu kurindukan..
Doaku tak pernah salah.. Doa ini untukmu, seseorang disana yang tak lagi bersamaku..
Kuharap engkaulah yg menjadi jawaban dari doaku. Doa serta penantian panjangku didalam kesepian yg tak berujung ini..
Dan mimpi terindahku hanyalah bersamamu, selamanya..
Maafkan aku klo harus begini caranya.. Melepasmu, caraku mencintaimu..
Tak berharap banyak engkau tuk kembali. Kan kutunjukkan aku masih bisa tuk berdiri..
Rasa ini selalu hadir untukmu.. Sesuatu yang mungkin kau takkan pernah tau..
Berikan cintamu padanya seperti kau mencintaiku. Berikan sayangmu jua seperti kau tulus menyayangiku dulu
Buang air matamu, buang semua kenangan cinta kita. Tataplah hari-hari baru bersamanya
Apalah arti luka yang kupunya.. Ku hanya ingin melihatmu bahagia, walau itu tanpaku..
Sayang ini mengalahkan semua rasa amarah dihati..
Berat tuk kukatakan.. Hati ini, merindukanmu..
Mencoba tetap tegak berdiri.. Sendiri di sunyinya malam mengesampingkan rasa untukmu..
Kau seret hatiku pergi bersamamu.. Pergi meninggalkan semua rasa cinta tanpa ada sisa
Betapa kuingin menepis bayangmu.. Betapa ingin kuhempaskan rasa sakit ini..
Dan sampai kapanpun kau takan mengerti.. Mengapa cinta ini kupertahankan sampai mati
Lelah itu kini telah tampak di matamu yang dulu selalu menjadi salah satu alasan mengapa aku mencintaimu
Kapankah kepercayaan itu menghampiriku? Enyahlah wahai sisi gelap yang bersembunyi dibalik egonya cinta
Dibawah naungan hujan & diselimuti dinginnya angin malam, takkan ada rasa lelah yg kurasakan selama senyum itu tetap kutatap
Biarlah sesuatu itu hilang seiring semua berlalu. Walau janji itu telah musnah, aku akan tetap menantimu
Dan biarkan malam ini menemaniku. Berdiri disisi ruang yang kosong
Siap sukses, pastinya hrs siap berproses. Karena tidak ada sesuatu yg instan..
Aku menatap sesuatu yang tak kau lihat. Aku mendengar sesuatu yang tak kau dengar. Aku merasakan sesuatu yang tak kau rasakan
Kini aku membisu, terdiam, dan terpaku. Sendiri menatap langit malam yang sepi
Disini, kumenanti sebuah tatapan yang hanya menatap sebuah alunan melodi dari bisikan nurani sepi yang kumiliki
Diri ini telah lama berdiri sendiri.. Menanti jiwa sepi itu kembali
Biarlah kesendirian ini menjadi sebuah hiasan dilangit malam. Pilu ini menjadi cahaya diruang yang gelap
Kadang tersenyum, kadang menangis dan ketika diri ini terdiam, maka disitu aku mengingatmu
Berharap untuk merasakan apa yang tidak kurasakan pada dirimu. Berusaha tetap tegar dibalik tangisanku ini
Mencoba mengubur sisa-sisa ingatan yang hampa. Namun terkadang semua terus terukir dilubuk hati yang paling dalam
Kosong dan hampa hati ini tanpa dirimu.. Yang kurasa hanya sakit karena luka.
Aku hanya mencoba mencintaimu sepenuh hati.. Tapi kini engkau tinggalkanku pergi.. Menyisakan sakit dan luka..
Aku menganggapmu cinta dan engkau membuangku seperti sampah.
Dan kini akupun tak tahu harus bagaimana agar kamu mau mencoba kembali.
Engkau pergi dengan cintaku yang tak pernah sempat aku sampaikan kepadamu.
Engkau pergi begitu saja, meninggalkan seribu tanya untukku.
Aku kadang masih belum bisa terima.. Menyadari engkau pergi untuk dirinya.
Menanti aku melihatmu.. Tetap menunggu jawaban rasa darimu.
Kamis, 07 November 2013
sahabat
“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”
“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan,
kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda
berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang
mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”
“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang
berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati
indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena
dikhianati sahabatnya”
“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari
kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita
memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan
mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”
“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari
perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa
adanya”
“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi
menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau
berubah”
“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka,
dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan,
dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan
tujuan kebencian”
“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses
yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat
menajamkan sahabatnya”
inspirasi
Percaya diri bukan sekedar dianggap hebat, namun memang sudah hebat
sejak lahir. Hanya saja persepsi diri kita yang menghalangi kehebatan
kita masing-masing.
Orang yang reaktif seolah orang yang hanyut tidak berdaya di derasnya sungai, dia bergerak sesuai dengan arahnya aliran sungai dan terombang-ambing.
Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir.

Jika sore tiba, janganlah tunggu waktu pagi, jika pagi tiba, janganlah tunggu waktu sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu dan manfaatkan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu.”
Orang yang reaktif seolah orang yang hanyut tidak berdaya di derasnya sungai, dia bergerak sesuai dengan arahnya aliran sungai dan terombang-ambing.
Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir.

harapanku :)
aku rini aku belajar melupakan orang yang telah melupakannku :)
aku belajar memafkan semua yang telah menyakitiku :)
aku juga belajar untuk jadi yang terbaik untuk otang yang aku sayangi :)
aku belajar memafkan semua yang telah menyakitiku :)
aku juga belajar untuk jadi yang terbaik untuk otang yang aku sayangi :)
Langganan:
Postingan (Atom)